Umumnya  yang dikenal meupakan  Biogas Koloni  yang diurus dan dikelola secara berkelompok Umumnya difungsikan untuk mengatasi  persoalan Limbah kotoran ternak, baik untuk sapi, Babi ataupun ternak lainnya. Untuk Limbah kotoran Ayam Pedaging atau ayam Petelu karena  kebanyakan dipelihara tidak dalam lingkungan Perumahan,dari sisi Polusi bau dan dari sisi Kesehatan belum banyak menerima Komplain dari Lingkungan sekitar.

Umumnya  Biogas yang dikelola secara berkoloni dengan system Terintegrasi  khususnya  dimanfaatkan untuk mengolah limbah kotoran menjadi sumber energi dan Pupuk dan material untuk  pestisida Organik banyak yang  tidak optimal

Produksi Tahu atau Tempe

Kebanyakan dilakukan berlokasi ditengah tengah  pemukiman Penduduk, dan umumnya di Perkotaan, Pelaku usaha pembuatan Tahu banyak warga Pendatang apalagi penanganan pembuangan Limbah dibuang begitu saja ke saluran Got yang airnya kurang lancar tentu sangat riskan dari sisi bau yang tidak enak, lingkungan jorok dan dampak dari sisi kesehatan tentu hal ini akan mengundang protes atau komplin dari Tetangga di sekitar aktiiiifitas pembuatan Tahu tersebut.

Manfaat  Biogas untuk Limbah Tahu dan Tempe.

                Disamping mengatasi dampak Lingkungan yang diakibatkan oleh bau limbah tahu tempe yang tidak enak,terlihat Jorok, dan tentu akan berdampak akan kesehatan di Lingkungannya. Dengan adanya biogas dapat mengantisipasi dan mengatasi permasalahan Lingkungan, Perasaan Cemas dan tidak tenang dari Pelaku Industri  rumah tangga Pembuatan Tahu Tempe akibat akan adanya potens Lingkungan sampai ancaman penutupan usaha yang telah digelutinya. Tentu keberadaan biogas akan memberikan dampak secara ekonomi bagi Produsen Tahu yang mana bisa memanfaatkan untuk sumber energi  yang umum untukmenyalakan Kompor biogas atau bisa untuk membantu penerangan dari biogas.

Lokasi yg diperlukan untuk membuat Instalasi Biogas tidak begitu luas dengan system pemasangan batu bata yg diplester dg kedap udara dan biaya yang tidak terlalu mahal tentu hal ini tidak akan menjadi halangan dan kekhawatiran dalam melakukan aktifitas dalam pembuatan Proses Produksi Tahu Tempe skala Rumah Tangga.

Pengalaman dari Gajah Biru dalam melayani Pembuatan BIOGAS skala Rumah Tangga dengan jumlah diatas  500 unit dengan tersebar di sejumlah lokasi di Bali termasuk diluar Bali ,dengan pendekatan Personal, berswadaya  dan sesuai dengan keinginan yang bersangkutan sudah terbukti di Lapangan diatas 75 % berfungsi dengan baik dengan indikator bisa memanfaatkan sumber energi dan  limbahnya yang sudah menjadi pupuk  baik cair ataupun padat minimal bisa dimanfaatkan untu keperluannya sendiri.

Untuk Pengerjaan BIOGAS RUTANG (Rumah Tangga), hampir kebanyakan dikerjakan oleh Bapak Made Suyasa yang telah memiliki Pengalaman telah membangun BIOGAS lebih dari 300 unit tersebar diseluruh Bali dan ada yang dari luar Bali

Bukti salah satu biogas untuk Limbah Tahu atas nama Bapak nengah Rata, yang terletak di Klungkung tepatnya di jl matahari Banjar Umelemek ,Kemoning kelod  klungkung sebagai penduduk Lokal yang memberikan contoh untuk teman2  Pelaku Usaha yang menggeluti Usaha pembuatan  Tahu ,tidak hanya mencari untung saja tapi bagaimana menjaga Lingkungan sekitar menuju Bali yang Jagaditha. Astungkara…!!!

Komang Sugiarta

Hp/wa  : 085238616311

Team  Teknik Gajah Biru

BIOGAS RUMAH LIMBAH TAHU-TEMPE SWADAYA MENUMBUHKAN KESADARAN DAMPAK LINGKUNGAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *