Obrolan Orang Kaya atau Selebritis mengatakan “ Belum disebut  Kaya kalau belum memiliki  Lahan / Properti di Bali”

Ungkapan diatas memang benar adanya, dan fakta Lapangan menunjukkan bahwa Investasi di Bali banyak dimiliki oleh Masyarakat Luar Bali, khususnya Jakarta, maka tidak salah Bandara Ngurah Rai dua puluh empat jam ramai hilir mudik masuk dan keluar Bali. Betapa tidak orang berduit saban minggu,minimal sebulan ke Bali harus dapat ke Bali menikmati Atmosfir Bali. Dan silahkan anda membuktikan dan sudah banyak komentar baik wisatawan Asing maupun Manca Negara ,begitu anda menginjakkan kaki di tanah Bali, terasa aura yang dipancarkan  oleh Atmosfir Alam Bali begitu memberikan Spirit, energy yang positif.

Kenapa Energi Atmosfir Bali  begitu memberikan Spirit bagi  yang betul datang Ke Bali ingin mengetahui  lebih jauh tentang Bali….? Salah satu yang anda bisa saksikan setiap saat , sepanjang Jalan pasti anda akan bisa menyaksikan Orang Bali malakukan Persembahan Yadnya dalam bentuk Upacara-Upacara Keagaamaan yang sudah melebur denga Budaya Bali, sehingga orang Bali sering tidak bisa membedakan antara Agama dan Budayanya.

Kalau dulu ke Bali harus dapat berjemur di Pantai Kuta, mencari oleh-oleh di Pasar Seni Sukawati, atau Kumbasari, itu bagi yang pertama kali datang ke Bali, tapi bagi yang sudah berulangkali datang ke Bali, sudah mulai menikmati  Bali dengan suasana yang lebih tenang dan nyaman, terhindar dari kemacetan, bisa santai menikmati  jalan-jalan dengan kepolosan dan keluguan Masyarakatnya. Bila perlu Souvenir atau Oleh-Oleh datang langsung ke sentra-Sentra Kerajinan milik Masyarakat. Bukankah dengan begitu anda sudah ikut memberikan  kontribusi kepada Masayrakatnya secara tidak langsung.

Apalagi dengan dibukanya Jalur Penghubung Bali Selatan  ( Nusa Dua, Kuta, Bandara, Kota Denpasar dan Bali Utara Singaraja dengan Jalan Pintas diberapa ruas SHORT CUT. Begitu Pula yang akan dibangun JALAN  LINGKAR  BALI , berarti semua Object di bali bisa ditempuh berapa Jam Saja.

Sekarang kami ajak anda untuk melihat Suasana Lain Sisi Bali Dan Rasanya tidak Lengkap kalau anda Ke Bali belum menginjakkan kaki jalan-jalan menikmati Alam Bali, Dengan adanya kebijakan dari Pemprov Bali, dalam menciptakan Pemerataan Investasi sudah mulai diarahkan ke Bagian Timur( Karangasem) dan Bagian Utara ( Singaraja)  yang belum banyak akomodasi Pariwisatanya seperti Hotel, Vila dan lainnya.

Para Pemain Broker Tanah yang biasa disebut Makelar,banyak yang tidak mengetahui Peraturan Tata Ruang, Baik menyangkut RUTR ( Rencana Umum Tata Ruang) atau RDTR ( Rencana DetailTata Ruang) prinsip  asal bisa menggaet Para Pembeli Lahan/ Investor, dan sering bermasalah setelah Proses mengurus Perijinan. Ternyata lahan tersebut tidak bisa dibangun akibat peruntukannya bukan untuk  Perumahan atau  Vila atau Hotel.

Apabila disaat sudah Investasi atau baru dalam Pengadaan Lahannya Bermasalah, akibat dari Permainan-Permainan Oknum di Lapangan, Kami ngadakan kerjasama dengan ALIANSI BALI dalam membantu Penyelesaian antara Investor dengan Pemilik Lahan atapun dengan pihak-pihak lainnya  seperti BROKER, NOTARIS,PEMERINTAH, mencarikan jalan keluar dengan MEDIASI, Sehingga permasalahan dapat di selesaikan berlandaskan Aturan dan Kepastian Hukum. INFO Tentang ALIANSI BALI  KLIK DISINI.

Kalaupun kondisi Perekonomian lagi mengalami kelesuan ,yang berniat Investasi diluar Denpasar, badung dan Ubud , Rencana adanya Bandara  Alternatif selain Bandara Ngurah Rai di daerah Kubu Tambahan Singaraja, Karangasem, khususnya Daerah Candidasa, Wilayah Lingkar Ujung — Sraya — Amed  dan Tulamben.

Ada yang punya Pengalaman tentang berinvestasi di Bali mungkin yang perlu diperhatikan adalah anda harus menemukan parner yang bisa dipercaya untuk bisa memberikan Infromasi yang benar tentang situasi  dan Peraturan yang tentunya akan menjadi pertimbangan Utama dalam memutuskan untuk berinvestasi ke Karangasem.  Partner Lokal Anda tentunya bisa memberikan Informasi yang benar dengan Keterbukaan dan Kejujuran. Untuk itu anda mesti hati-hati.

Pilihan anda menanamkan Investasi di Luar Denpasar, Badung dan Ubud tidak hanya pada Sektor Pariwisata Saja, Sektor Lainnya seperti Properti, Investasi penanaman Kayu Hutan  yang cukup memberikan keuntungan yang menjanjikan dengan mengontrak lahan dan ditanami kayu-kayuan anda bisa melepaskan rutinitas anda sambil berkebun, membuat gubuk, menikmati Alam  dan Bersahabat  dengan Alam . Bukankah  hal ini akan mendatangkan suasana yang nyaman di Alam terbuka, anda bisa menikmati Bali, anda bisa bersahaja dengan Alam. Bukankah hal ini akan mendekatkan anda dengan  Sang Maha Pencipta.

Dengan Perkembangan Pariwisata dengan adanya wisata alternatif DESA WISATA yang bisa melihat dan berbaur dengan Masyarakat Lokal, Atau pilihan lainnya anda bisa mengontrak lahan Persawahan yang anda bisa Tanami padi ataupun Tanaman lainnya dengan  system Organik tanpa menggunakan Pestisida, Disamping anda bisa menghasilkan lahan dari yang anda sewa dapat memperkerjakan Masyarakat sekitarnya, dapat mengembalikan kesuburan lahan yang sudah sedemikiaan rusaknya akibat setiap saat ditaburi pupuk kimia. Bukankan dengan demikian anda sudah beryadnya punya Kontribusi pada Alam semesta, Masyarakat dan Bisa menghasilkan produksi hasil pertanian yang sehat tanpa menggunakan Pestisida.

Kami sebagai Masyarakat Lokal, Masyarakat Desa yang sudah terbiasa dari kecil ada dalam lingkup adat istiadat yang sudah menjadi bagian dari Budaya masyarakat,  kalau anda Investasi janganlah Invetasi tersebut justru menimbulkan  kekurang nyamanan bagi Lingkungan dan Masyarakat Sekitar, Anda kalaupun sudah membeli lahan atau mengontraknya, alangkah indahnya kalau  anda bisa menginvestasikan uang anda pada suatu  yang mempunyai Nilai dan Perasaan Senang dapat membangun Lingkungan sekaligus bersahabat dengan Masyarakat Sekitarnya. Dan tentunya dengan Begitu anda sudah Menciptakan Spirit ,ikut menjaga Alam Bali dalam Suatu Keseimbangan.

Disaat Perekonomian Lesu yang mana harga-harga Lahan/ Property dan berapa Hotel yang mau dijual  di Bali mengalami penurunan harga jual, Kenapa anda tidak memanfaatkan peluang ini. Yang Tertarik dan berminat Investasi di Bali  atau pengin tahu informasi lebih jauh  silahkan Kontak  Kami  di no kntk : 085238616311.

Kontributor  Komang Sugiarta.

Hp.085238616311.

Email   prusugi@gmail.com

Investasi di Bali, Aura Spiritual terasa disetiap Jengkal Atmosfir Alam Bali.
Ditag pada:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *